Tabung Melon
Sepenggal kisah mengenai pencarian tabung melon hijau benderang. Kami mengendarai sepeda motor guna mencarinya. Kupangku tabung tersebut, lalu bertanya.
"Ini, mau cari kemana?"
"Ke Tiga Putri, jalan kita tiap mau mudik," katanya.
Selama perjalanan, ku edarkan pandangan menatap sekeliling. Hamparan berwarna hijau membentang sepanjang jalan. Wah, pemandangan yang tak mungkin aku dapatkan jika aku masih tinggal di kota. Pikirku selama perjalanan. Mataku tak terfokus ke jalan, hanya menatap hamparan tersebut. Sambil sesekali bergumam.
Sementara Dia, sibuk bernyanyi sepanjang jalan. Hingga kami masuk jalan komplek guna mencari tabung melon. Ada sosok yang mencuri perhatian kami, dia memakai jaket hitam, menunduk dan seperti memegang sesuatu. Sekilas kami lihat dia tersenyum menyeringai.
"Lihat ada yang ngibon, Yuk!" serunya.
"Eh iyo, dak usah ditegur. Kita langsung aja jalan," kataku.
Kami melanjutkan perjalanan. Aku melihat seseorang yang sepertinya aku kenal, cuma aku ragu. Tersentak akan tujuan awal, tabung melon. Tiap melihat warung, kami stop. Turun dari motor, kemudian bertanya pada tiap penjual yang kami datangi dan jawabannya selalu tidak. Oh okay, entah itu kesialan atau tidak. Karena tak menemukan satupun di sana.
"Balek," katanya.
Kami pulang menyusuri jalan yang kami lalui tadi. Masih ada orang berjaket hitam tadi, mata kami menyipit melihat apa yang ia pegang. Lem aibon, oh god. Ternyata dia ngibon. Berpura-pura tak melihatnya, kami meneruskan perjalanan. Kembali hamparan hijau menyapa mata ini, memanjakan diriku yang hampir tidak pernah keluar rumah.
Aku lupa, kalau telah berganti kependudukan. Pindah dari kota ke kabupaten. Bersyukur telah tinggal di sini. Pemandangan hijau membentang tadi tak mungkin aku dapatkan jika masih tinggal di kota. Ada, cuma di Punti Kayu.
Sampailah kami di rumah, kembali Umak menyapa. Bertanya dan meminta kami untuk mencari lagi. Memutarkan motor lagi, keluar dari perumahan mencari tabung melon. Hingga, mata kami menyipit lagi.
"Itu ada, coba tanya," seru kami.
Gas ada, harganya Rp. 24.000. Pedagangnya bilang, sudah ada yang mau beli dan dibilang mahal harga gas di sana. Padahal Ibu nya hanya ngambil untung 2000. Ibu nya berkata seperti itu.
"Gak apa-apa, Bu. Yang penting ada"
Kami pulang setelah gas didapatkan. Aku lihat ke arah celana, tempat gas dipangku. Kotor, penuh bekas karat dari tabung melon yang dipangku tadi.
Oh tabung melon mini hijau benderang. Kamu ternyata kecil, tetapi sangat langka. Pembelajaran hari ini, yang kecil pun sangat bermanfaat.
*Bahasa yang dipakai, bahasa daerah. Bahasa Palembang.
–Balek = Pulang
stilletto titanium hammer & handle - Titanium Art
BalasHapusAll guy tang titanium toner products have a vintage vintage handle. Tinc Alloy - where is titanium found 10C; Titanium Blade - 10C; Stainless babyliss nano titanium Steel - 10C; Stainless Steel - 10C; Stainless Steel - titanium grades 10C; Stainless Steel - 10C. titanium nose stud